Nissan Kembangkan Teknologi Berkendara dengan Telepati – Nissan Puri Indah

Bayangkan kalau kita bisa menggunakan telepati untuk mengakses sejumlah fitur mobil. Hanya dengan berpikir untuk melakukan, kunci terbuka, suhu AC berubah dan lain sebagainya. Terdengar seperti imajinasi atau yang biasa disajikan film fiksi futuristik. Bagaimana kalau itu bisa diwujudkan? Tentu aktivitas berkendara semakin praktis.

Pemikiran serupa datang dari manufaktur Nissan dan mereka tengah mengembangkan teknologi itu. Nissan menyebutnya dengan B2V (brain-to-vehicle). Teknologi ini akan dipresentasikan pada ajang Consumer Electronic Show, 9 Januari nanti di Las Vegas, Amerika Serikat.

Teknologi yang juga dikembangkan Nissan Intelligent Mobility itu, disebut memanfaatkan gelombang dari otak pengemudi dan menyelaraskannya dengan sistem swakendali terintegrasi untuk meningkatkan reaksi mobil dalam skenario berkendara nyata. Teknologi B2V, buah hasil riset selama tujuh tahun yang dilakukan bersama dengan École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss.

B2V memerlukan pengemudi memakai alat ukur gelombang otak untuk menentukan proses berpikirnya. Jika pengemudi menemui kondisi mobil harus mengerem atau membelokkan kemudi, sistem mengirimkan sinyal atau gelombang dari otak ke mobil. Menurut manufaktur, mobil kemudian bisa bereaksi lebih cepat sekitar 0,2 – 0,5 detik dari yang bisa dilakukan pengemudi. Pada intinya meningkatkan respons dari yang biasa dilakukan manusia.

Lebih lagi, sistem bisa mendeteksi mood pengemudi dan menyesuaikan konfigurasi pengemudian dalam sekejap agar sesuai kebutuhan pengemudi. Begitu juga sistem swakemudi yang memanfaatkan sinyal dari otak untuk menyesuaikan gaya berkendara.

Daniele Schillaci, Executive Vice President Nissan mengatakan, teknologi baru itu mengubah cara pandang orang atas mobil swakendali. “Ketika kebanyakan orang berpikir soal swakendali, mereka melihatnya sebagai masa depan tanpa melibatkan emosi, manusia menyerahkan kendali pada mesin. Teknologi B2V justru sebaliknya, dengan menggunakan sinyal dari otak mereka sendiri untuk menjadikan pengemudian lebih menyenangkan.”

Teknologi B2V Nissan terdengar canggih dan bisa diaplikasi pada banyak sektor berkendara. Tentu ini teknologi masa depan yang masih jauh dari jangkauan pengemudi saat ini. Pasti ada pro-kontra dari teknologi sejenis ini. Tapi membayangkan sisi positifnya saja sudah seru.

SUMBER : oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *