Alliance 2022 Waktunya Renault, Nissan, MItsubishi Unjuk Gigi – Nissan Puri Indah

Aliansi Renault, Nissan dan Mitsubishi menyatakan keinginannya untuk meningkatkan produksi dan pendapatan. Bahkan aliansi yang dipimpin Renault, ingin setidaknya mereka meluncurkan 12 mobil berteknologi listrik murni dengan kemampuan autonomous. Inilah hal utama yang tertuang di rencana strategis, Aliance 2022.

Hal ini diungkap Carlos Ghosn, chairman dan chief executive officer Renault-Nissan Alliance dan Chairman Mitsubishi Motors, dalam penandatanganan strategi utama aliansi Renault, Nissan dan Mitsubishi, 15 September 2017 lalu. Begitu pentingnya Aliance 2022, hingga mereka harus meluncurkan logo baru. Ini melambangkan konvergensi dan kerjasama yang terjalin antara pabrikan.

Carlos-Ghosn-Mitsubishi-750x380

“Inilah tonggak sejarah baru bagi kami. Di akhir rencana strategis Aliance 2022, kami menargetkan untuk melipatgandakan pendapatan tahunan menjadi 10 miliar euro. Untuk mencapai hal ini Renault, Nissan dan Mitsubishi Motors mempercepat kolaborasi terkait platform, powertrain dan generasi terbaru teknologi listrik, sistem otonom (untuk mobil autonomus) dan konektivitas,” papar Ghosn dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut Ghosn menambahkan, dari sisi lain, sinergi aliansi Renault, Nissan, Mitsubishi ini meningkatkan pertumbuhan perusahaan. “Total penjualan tahunan kami diperkirakan melampaui 14 juta unit (di akhir Alliance 2022), dengan pendapatan bisa diperkirakan mencapai 240 miliar dolar,” tambah Ghosn.

GIIAS-2017-Nissan-7-006

Untuk mewujudkan hal itu, Aliansi tiga pabrikan berbagi platform dan mesin. Sebagai contoh, saat ini Renault-Nissan mampu menjual dua juta mobil, dengan menggunakan dua platform saja. Diharapkan di pengujung rencana Aliansi 2022, mereka harus bisa menjual sembilan juta unit mobil, menggunakan empat platform saja. Dua tambahan platfrom, pengembangan dari Common Module Family, yang menjadi basis berbagai mobil Renault-Nissan. Mulai dari Kwid, Nissan Qashqai/X-Trail, hingga MPV besar Renault Espace

Dari sisi mesin, saat ini, ada 31 tipe mesin yang dibuat ketiga merek tersebut. Namun bakal dipangkas jadi 22 mesin saja yang digunakan ketiga merek hingga 2022.

Aliansi 2022 juga merencanakan perluasan besar dalam teknologi kendaraan listrik, yang beberapa di antaranya memiliki kemampuan berkendara otonom. Total ada 12 mobil listrik yang dihasilkan dari aliansi ini, dengan jarak tempuh dan waktu pengisian ulang baterai yang bisa diterima.

Sebagai informasi, Renault, Nissan dan Mitsubishi merupakan aliansi pabrikan mobil terlaris di dunia. Bahkan, aliansi tiga pabrikan ini penjualannya mengalahkan Volkswagen Group serta Toyota. Mereka menjual 5.268.079 unit mobil di semester pertama tahun ini.

SUMBER : oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *